Selasa, 15 Januari 2013

PPT UAS KAPSEL

Diposting oleh Adinda Mirza Maulidya di 02.19 0 komentar

Minggu, 13 Januari 2013

Presentasi UAS Kapita Selekta

Diposting oleh Adinda Mirza Maulidya di 01.45 0 komentar
Pada tanggal 10 Januari 2013 telah dilaksanakan Presentasi Proposal TA untuk Mata Kuliah Kapita Selekta, berikut file PPT yang digunakan, beserta proposal akhir :

http://www.4shared.com/file/Yoq05nST/RA_Adinda_Mirza_2509100038_UAS.html

http://www.4shared.com/file/7vCANSfz/Proposal_Kapsel_RAAdinda_25091.html

Terimakasih..

Senin, 26 November 2012

BAB I PENDAHULUAN

Diposting oleh Adinda Mirza Maulidya di 15.31 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bab pendahuluan ini akan dijelaskan mengenai latar belakang diadakannya penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian yang mencakup batasan dan asumsi yang digunakan dalam melakukan penelitian ini. 

1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam supply chain terdapat tiga macam aliran yang ahrus dikelola, seperti yang terlihat pada Gambar 1.1. Pertama adalah aliran barang yang mengalir dari hulu (upstream ke hilir (downstream). Contohnya adalah bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik. Setelah produk selesai di produksi, akan dikirim ke distributor atau pengecer atau retailer, kemudian ke konsumen. Yang kedua adalah aliran uang dan sejenisnya dan yang ketiga adalah aliran informasi yang dapat terjadi dari hulu ke hilir ataupun sebaliknya. Aliran informasi dapat berupa informasi ketersediaan barang, status pengiriman maupun informasi mengenai detail bahan baku yang dikirim termasuk status halal atau tidaknya bahan baku yang berhubungan dengan pangan, obat-obatan dan kosmetika. Karena hal ini akan memberikan informasi dari supplier ke pabrik tempat produksi yang membantu dalam sertifikasi halal produk perusahaan. 

Gambar 1.1 Simplifikasi Model Supply Chain dan Tiga Macam Aliran yang dikelola

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) didirikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bernama LPPOM-MUI bertugas untuk meneliti, mengkaji, menganalisa dan memutuskan apakah produk-produk pangan, obat-obatan dan kosmetika aman dikonsumsi baik dari sisi kesehatan dan agama Islam yakni halal atau boleh dan baik untuk dikonsumsi bagi umat Muslim khususnya di Indonesia dengan mengeluarkan sertifikat halal bagi perusahaan yang mengajukan sertifikasi untuk produknya. Lembaga ini didirikan pada tanggal 6 Januari 1989 sesuai dengan surat keputusan nomor 018/MUI/1989 hingga saat ini telah memberikan peranannya dalam menjaga kehalalan produk-produk yang beredar di masyarakat.
LPPOM-MUI mengeluarkan sertifikasi halal pada suatu produk untuk memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa produk tersebut halal.  Sesuai ketentuan MUI, masa berlaku Sertifikat Halal adalah dua tahun. Selama masa tersebut, perusahaan harus dapat memberikan jaminan kepada MUI dan konsumen bahwa perusahaan akan menjaga konsistensi kehalalan produknya. Oleh karena itu LPPOM MUI mewajibkan perusahaan untuk menyusun suatu sistem yang disebut Sistem Jaminan Halal (SJH) dan terdokumentasi sebagai Manual SJH. Manual ini disusun oleh produsen sesuai dengan kondisi perusahaannya. 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah 206 juta orang, dan pada tahun 2010 jumlah penduduk Indonesia menjadi 237,6 juta orang. Bila persentase penduduk muslim mencapai 80% dari data BPS 2010, maka jumlah penduduk muslim Indonesia sekitar 190 juta orang. Angka ini menunjukkan bahwa peran LPPOM-MUI dalam mengeluarkan sertifikasi halal kepada produsen makanan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia berdasarkan jumlah penduduk muslim. Sertifikasi halal tidak hanya menunjukkan halalnya kandungan yang terdapat dalam produk tapi juga kehigienisan dalam proses nya sehingga berpengaruh terhadap kesehatan. Jumlah tersebut juga merupakan peluang besar bagi produsen dilihat dari segi bisnis.
Setiap produsen harus memenuhi kebutuhan dan hak konsumen, sehingga memproduksi produk halal adalah bagian dari tanggungjawab perusahaan kepada konsumen muslim.  Menurut Undang-undang RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dikatakan bahwa pelaku usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan halal yang dicantumkan dalam label. Dalam Peraturan Pemerintah No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan, pada pasal 10 ayat 1 dinyatakan bahwa setiap orang yang memproduksi dan memasukkan pangan yang dikemas ke dalam wilayah Indonesia untuk diperdagangkan dan menyatakan bahwa pangan tersebut halal untuk umat Islam, bertanggung jawab atas kebenaran pernyataan tersebut dan wajib mencantumkan keterangan atau tulisan halal pada label.
Saat ini, proses sertifikasi yang dilakukan LPPOM-MUI masih bersifat manual. Belum adanya suatu sistem informasi yang menyediakan pelayanan sertifikasi secara cepat dan efisien menyebabkan perusahaan harus lama menunggu hasil sertifikasi. Perusahaan pengaju sertifikasi masih harus melakukan proses pengumpulan data secara manual yang berisi informasi bahan baku dari supplier dalam rantai pasoknya. Untuk mengetahui secara detail bahan baku yang diolah dalam rantai pasok maka perusahaan pengaju harus melakukan pengumpulan data dan dokumentasi secara manual. Padahal dalam kenyataannya, perusahaan dihadapkan pada keadaan dimana harus segera memasarkan produknya di pasar, paling tidak dapat mengetahui sampai dimana proses sertifikasi produknya sehingga informasi yang diberikan haru terbuka dan akurat antar supplier, perusahaan dan LPPOM-MUI. Tidak hanya itu, untuk dapat melakukan sertifikasi secara efisien, maka LPPOM-MUI harus memiliki database komponen produk apa saja yang telah dinyatakan halal. Sehingga ketika ada komponen yang sama pada perusahaan pengaju sertifikasi halal dapat secara efisien diketahui. Baik perusahaan yang masih dalam sertifikasi maupun akan melakukan sertifikasi dapat mengetahui apa saja produk dan komponen yang telah bersertifikasi halal sesuai dengan database produk bersertifikasi halal tersebut.
Maka dari itu, perlu dibuat suatu sistem database proses sertifikasi halal berdasar rantai pasok perusahaan pengaju sertifikasi di LPPOM-MUI. Perancangan sistem database pada penelitian ini difokuskan pada database produk yang telah bersertifikasi halal yang dibuat untuk meningkatkan pelayanan jasa kepada konsumen dan memberikan keterbukaan informasi pada rantai pasok perusahaan dalam hal bahan bakunya. 

1.2 Perumusan Masalah
LPPOM-MUI memiliki peran penting dalam melakukan sertifikasi halal untuk produk yang akan dipasarkan di Indonesia. Proses sertifikasi halal pada saat ini belum memberikan pelayanan yang maksimal kepada pihak perusahaan pengaju sertifikasi halal dikarenakan proses sertifikasi masih bersifat manual sehingga untuk mengeluarkan sertifikasi halal pada suatu produk membutuhkan waktu yang lama. Padahal perusahaan juga membutuhkan kepastian waktu dan proses yang efisien untuk mendapatkan sertifikat halal untuk produknya tersebut. Salah satu penyebab lamanya proses adalah karena belum adanya sistem yang memudahkan pihak LPPOM-MUI untuk melakukan cek kehalalan komponen produk. Untuk itu diperlukan database produk halal dan komponen pproduk halal yang telah disertifikasi oleh LPPOM-MUI. Karena begitu banyaknya jenis dan variasi komponen produk yang terkandung pada suatu produk sehingga sistem informasi berupa database diperlukan di lembaga ini. Informasi yang didapatkan dari perusahaan juga terkait dengan pertukaran informasi mengenai asal bahan baku dari supplier-supplier dalam rantai pasok perusahaan.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah yang terdapat di LPPOM-MUI adalah Bagaimana merancang sistem informasi berbasis database dengan database relational dalam mendukung proses sertifikasi halal perusahaan di LPPOM-MUI

1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian dari Tugas Akhir (TA) ini adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi proses bisnis LPPOM-MUI.
2. Merancang struktur data flow diagram (DFD) dan entity relationship data (ERD).
3. Merancang user interface berupa website.
4. Membuat rekomendasi pengembangan sistem.

1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dari penelitian Tugas Akhir (TA) ini antara lain :
1. LPPOM-MUI memiliki database mengenai produk-produk dan komponen produk yang telah bersertifikasi halal yang didapatkan dari dokumen.
2. Diperolehnya sistem informasi yang dibangun dengan baik dan benar untuk mendukung pengambilan keputusan LPPOM-MUI dalam menentukan sertifikasi produk halal dengan efisien dan menghilangkan kegiatan yang tidak memiliki nilai tambah.
3. Memberikan gambaran pada LPPOM-MUI  mengenai integrasi sistem informasi yang berguna dalam peningkatan performansi organisasi. 

1.5. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini meliputi 2 hal, yaitu batasan penelitian dan asumsi yang akan digunakan dalam penelitian ini.

1.5.1 Batasan Penelitian
Batasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Penelitian ini difokuskan pada perencanaan database dan perancangan sistem informasi proses sertifikasi dengan metode entity relationship diagram (ERD) dan MySQL.
2. Perancangan yang dilakukan sampai pada tahap perencanaan database dan perancangan sistem informasi proses sertifikasi dengan Diagram Arus Data (Data Flow Diagram/DFD), flowchart dan Diagram Hubungan  Entitas (Entity Relationship Diagram/ERD)
3. Data-data yang diambil dalam database adalah data-data produk dan komponennya yang telah tersertifikasi halal mulai tahun 2005 yang telah terevisi.
4. Dalam penelitian ini tidak memasukkan unsure keuangan yang dilakukan oleh LPPOM-MUI dalam perancangan sistem.

1.5.2 Asumsi Penelitian
Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Sistem keamanan database telah berjalan dengan baik.
2. Telah tersedia jaringan computer (LAN).
3. User yang terlibat di dalam pengoperasian sistem tidak mengalami hambatan dalam hal kemauan dan kemampuan penguasaan teknologi yang diperlukan.
1.6. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini berisi rincian laporan Tugas Akhir (TA), secara ringkas menjelaskan bagian-bagian pada peneliian yang dilakukan. Adapun rincian laporan ini adalah sebagai berikut :  

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi mengenai latar belakang diadakannya penelitian, perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian serta sistematika penulisan laporan Tugas Akhir (TA).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi landasan awal dari penelitian ini, dengan menggunakan berbagai literature dimana dapat membantu peneliti untuk menentukan metode yang sesuai guna menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini adalah ……….

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisi metodologi penelitian yang terdiri dari tahapan-tahapan proses penelitian atau urutan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh peneliti dalam menjalankan penelitian agar dapat berjalan sistematis, terstruktur dan terarah.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 
Bab ini berisi pengumpulan dan pengolahan data yang digunakan untuk bahan analisa dan interpretasi data. Dari pengumpulan dan pengolahan data ini dapat mengetahui hasil yang diinginkan dari penelitian.

BAB V ANALISIS EVALUASI DAN PERBAIKAN
Bab ini membahas hasi pengolahan data yang dilakukan untuk dianalisa dan menguraikan secara detail dan sistematis dari hasil pencapaian pengolahan data yang dilakukan. Kemudian dilakukan perbaikan sesuai dengan permasalahan yang telah diketahui.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi mengenai kesimpulan hasil penelitian d an saran yang diberikan untuk perusahaan atau organisasi maupun penelitian selanjutnya.

Kerangka Penulisan Tugas Akhir

Diposting oleh Adinda Mirza Maulidya di 15.28 0 komentar

Judul : Perancangan Sistem Informasi berbasis Database dengan Database Relational dalam mendukung Proses Sertifikasi Halal Perusahaan di LPPOM-MUI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Pengertian supply chain dan peranan information sharing di dalamnya.
Definisi organisasi, LPPOM-MUI yang memiliki peranan penting dalam sertifikasi halal.
Fungsi sertifikasi halal.
Data statistik mengenai jumlah penduduk muslim di Indonesia dalam mendukung pentingnya sertifikasi halal bagi perusahaan.
Kondisi sistem sertifikasi halal saat ini yang membutuhkan waktu yang lama sehingga perusahaan menunggu lama untuk memasarkan produknya.
Perlunya sistem informasi database untuk organisasi dalam memudahkan proses sertifikasi halal yang membutuhkan information sharing dari supply chain dalam pengambilan keputusan organisasi.

1.2. Perumusan Masalah
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian berdasarkan latar belakang yang telah ada

1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan yang akan dicapai selama penelitian : proses bisnis, DFD, ERD, website dan rekomendasi pengembangan.

1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diambil dari penelitian bagi organisasi yang diteliti.

1.5. Ruang Lingkup Penelitian
1.5.1 Batasan Penelitian
Pemberian batan penelitian agar tidak menyimpang dari permasalahan yang ada.
1.5.2 Asumsi Penelitian
Asumsi yang digunakan pada penelitian ini.

1.6. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV JADWAL PENELITIAN

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Supply Chain
2.1.1 Information Sharing dalam Supply Chain
2.2 Pengertian Sistem
2.2.1 Model Umum Sistem
2.2.2 Ciri-ciri Sistem
2.3 Sertifikasi Halal
2.4 Data Flow Diagram (DFD)
2.4.1 Simbol dalam DFD
2.4.2 Aturan dalam DFD
2.4.3 Petunjuk Pembuatan DFD
2.5 Entity Relationship Diagram (ERD)
2.6 Database Management System (DBMS)
2.6.1 Normalisasi Database
2.6.2 Relation Database
2.7 Model Data
2.8 Structured Query Language (SQL)

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Pengumpulan Data
3.2 Tahap Perancangan Sistem
3.2.1 Perancangan DFD
3.2.2 Perancangan ERD
3.2.3 Perancangan Database
3.2.4 Perancangan Interface
3.2.5 Validasi dan Verifikasi
3.3 Analisa dan Pembahasan Hasil
3.4 Kesimpulan dan Saran

BAB IV
JADWAL PENELITIAN

No BAB Halaman Waktu
1 BAB I PENDAHULUAN 6 halaman 1 – 7 Februari 2013
2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 11 halaman 9 – 20 Februari 2013
3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 9 halaman 22 Februari – 3 Maret 2013



















Minggu, 21 Oktober 2012

Latihan Review TA

Diposting oleh Adinda Mirza Maulidya di 07.14 0 komentar

1. Topik, Information System Management (e-commerce)
Review TA.
Perancangan sistem solusi E-commerce untuk industri pariwisata Indonesia (2008)
Vikhi Wakhidul Munir 2504100079
Dosen Pembimbing : Erwin Widodo, ST., M.Eng.

Latar Belakang :
Perkembangan dunia IT memberikan dampak positif dan negative bagi upaya pelestarian kebudayaan Indonesia. Sehingga dengan adanya sistem informasi inline tersebut, keanekaragaman budaya Indonesia dapat dapat dijadikan sebagai motor penggerak peningkatan pendapatan nasional. Hal yang terjadi belakangan, pada website Negara tetangga menayangkan beberapa kebudayaan asli Indonesia dan mengklaimnya sebagai kebudayaan mereka. Sehingga pemerintah harus mengambil langkah dengan membuat database kebudayaan nasional dan mematenkannya sehingga tidak dicuri kepemilikannya oleh negara lain. Dengan adanya e-commerce pariwisata ini wisatawan dapat memilih berbagai alternative wisata di Indonesia dengan mudah. Kemudahan dalam bertukar informasi inilah yang menjadi kunci komunikasi dalam mengintegrasikan upaya pelestarian budaya dan seni dalam skala nasional.

Tinjauan Pustaka:
Berisi literature mengenai definisi e-commerce, peranan e-commerce, perancangan e-commerce, pengembangan e-commerce. Untuk mewujudkan sebuah rancangan e-commerce maka kita ahrus mampu mengintegrasikan infrastruktur aplikasi dan teknologi dengan baik dan benar. Selain itu juga berisi analisis sitem, kuisioner, data flow diagram, prototype, peramalan, simulasi, dan tinjauan pustaka mengenai objek penelitian yaitu industri pariwista Indonesia.

Kesimpulan dan Saran :
Setelah dilakukan analisis terhadap kondis sistem, maka dapat ditarik ksimpulan dari penelitian ini, yaitu :
o Tingkat ketertarikan masyarakat terhadap kesenian sebagai bagiam dari faktor pariwisata nasional masih sangat besar
o Dengan melalui beberapa tahap sehingga dihasilkan ERD maka didapatkan rancangan database yang efektif dan efisien ebrdasarkan jumlah tabel yang ada
o Interface navigasi dari sistem perbaikan telah dirancang sesuai kuisioner jejak pendapat yang mengharapkan adanya informasi kesenian dalam e-commerce pariwisata
o Dari hasil simulasi diketahui bahwa sistem berfungsi sebagai income generator dengan kenaikan profit 100% jika dibandingkan sistem yang lama.
Saran yang bisa digunakan :
o Lakukan monitoring, evaluasi dan pengembangan saat sistem telah diimplementasi. Untuk memastikan bahwa sistem berada pada indeks teratas pada search engine.
o Buat kuisioner online untuk menguji respon dari pengunjung mengenai informasi dan fitur yang diberikan.

Perancangan sistem E-commerce pada proses pemasaran sentra ukm ngingas (2010)
Vici David Rustam Siahaan 2505100041
Syarifa Hanoum ST MT
Arief Rahman ST Mc

Latar Belakang :
Sentra UKM Ngingas merupakan model klaster industry logam di Jawa Timur yang mampu menghasilkan komponen automotif. Kedekatan lokasi ini sangat menguntungkan UKM, namun masih memiliki banyak kekurangan, yaitu lemahnya konsilidasi anatr ukm dan kurangnya konsolidasi pada proses pemasaran. Sehingga hal ini memerlukan proses perbaikan. Proses pemasaran yang terjadi ebrpengaruh pada kapasitas produksi ukm tersebut. Terjasinya lost sale pada proses pemenuhan order dikarenakan terbatasnya kapasitas produksi tiap ukm. Hal ini lah yang mengurangi pendapatan ukm. Kendala pokok yang dihadapi adalah tidak adanya integrasi informasi dan ketiadaan perangkat teknologi yang mampu menjembatani kerjasama antar ukm. Sebuah informasi yang dapat menyatukan ukm merupaka solusi yang dapat menjembatani keterbatas interaksi dan sharing sumber daya produksi.

Tinjauan Pustaka :
Berisikan informasi mengenai teori e-commerce, virtual enterprise, multi agent system, decision support system yang dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.
E-commerce dalam perdagangan :
Business to business, memodelkan jenis perdagangan antar perusahaan penyedia jasa atau barang dalam kaitan supply chain
business to cunsomer, memodelkan hubungan dagang antar perusahaan penyedia jasa atau barang dengan para pelanggan perorangan dalam bentuk retail market.
consumer to consumer. Memodelkan hubungan transaksional antar perseorangan baik konsumen maupun produsen.

Kesimpulan dan Saran :
o E-commerce dapat membantu dalam proses pemasaran UKM pada sentra UKM Ngingas sehingga dapat mengurangi terjadinya lost salesm mengurangi interferensi oknum yang mengambil keuntungan pada proses pemasaran produk UKM.
o Proses pemesanan order pada sistem e-commerce ini dapat langsung dilakukan secara online, yang kemudian proses pengerjaan produk dapat segera dilakukan oleh ukm setelah administrator memberikan informasi yang didapatkan website.
o Penerapan model e-commerce juga dapat membuka peluang untuk dapat memperoleh padar baru yangb dapat meningkatkan pemasaran ukm.
Saran :
o Pengembangan kemampuan dalam bidang teknologi bagi ukm sangatlah dibutuhkan untuk dapat menunjang kinerja dan meningkatkan wawasan, informasi pasar dari ukm tersebut.
o Perlu adanya pelatihan dalam pemanfaatan teknologi informasi bagi ukm.

Analisis dan desain e-commerce sebagai solusi alternative pengembangan model bisnis (studi kasus: e-deteksi jawa pos) (2008)
Winona Almira 2504100125
Erwin Widodo ST, M.Eng

Latar Belakang :
Meledaknya penggunaan internet dan teknologi world wide web menajdi faktor penting tumbuhnya aktivitas commerce(perdagangan) yang berbasis internet atau e-commerce. Dengan teknologi itu, perusahaan dapat menggelar proses bisnis secara efektif dan efisien. Karakteristik e-commerce yang mampu menjangkau seluruh dunia serta tidak terbatas jarak dan waktu menyebabkan transaksi bisnis dapat berlangsung kapan pun dan dimana pun. Sehingga biaya operasional dapat dipangkas namun tetap dapat mencapai peningkatan pendapatan. Tak mengherankan jika langkah penggunaan e-commerce diyakini sebagai salah satu infrastruktur terpenting dalam mendirikan bisnis di era informasi.
Jawa Pos group sebagai daftar perusahaan pionir yang mengimplementasikan aktivitas online dalam usahanya namun belum mendapat pemasukan berarti dalam usahanya. Padahal perusahaan Koran memiliki potensi untuk mengembangkan e-commerce. Rubrik fenomenal yang ebrhasil dikembangkana dalah deteksi. Bebekl konsumen yang setia, ajwa pos group dapat dengan mudah membangun web khusus untuk halaman DetEki atau e-DetEksi. Langkah perancangan e-DetEksi akan dibahas secara detil dan sistematis agar menjadi suatu solusi alternative untuk Jawa Pos Group. Diharapkan usulan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan namun juga menciptakan competitive advantage.

Tinjauan Pustaka :
Untuk mempertegas analisis penelitian, dibutuhkan beberapa dasar teori yang mendukung, diantaranya e-bussiness dan e-commerce,  meliputi definisi, strategi kemudian mengenai manajemen perubahan, beserta QFD.

Kesimpulan dan Saran :
o Untuk emmenuhi kualitas interface yang berfokus pada preferensi user, maka perancangan e-DetEksi didasari oleh hasil idntifikasi QFD.
o Berdasarkan QFD, e-DetEksi harus memenuhi atribut yang memperhatikan display, content, fasilitas pelayanan, transaksi dan pengiriman, serta layanan bantuan.
o Rekomendasi dalam penelitian ini memberikan BEP di tahun kedua aplikasi Hal ini memberikan informasi positif bagi Jawa Pos untuk segera mengimplementasikan e-DetEksi.

Dari 3 Judul Tugas Akhir di atas, 2008-2010, terdapat penambahan knowledge di dalamnya. Terutama pada bagian tinjauan pustaka mengenai e-commerce yang lebih detail di setiap tahunnya. Juga perancangan e-commerce, pengaplikasiannya lebih berkembang ke ebrbagai sektor.

2. Basic research : Pengembangan model garansi dua dimensi analisis biaya garansi untuk produk reuse (2010)

Applied research : Implementasi lean healthcare untuk meminimalkan waste di rumah sakit siloam. (2012)
Sudah banyak dilakukan penelitian konsep lean dalam bidang manufaktur untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kinerja perusahaan. Konsep lean dapat juga diterapkan di bidang jasa, misalnya rumah sakit. Saat ini persaingan antar rumah sakit semakin ketat dalam hal peningkatan kualitas jasa dan pengelolaan sumber daya, agar perusahaan dapat bertahan di tengah persaingan. Sehingga rumah sakit saat ini dituntut untuk dapat menerapkan konsep efektivitas dan efisiensi di setiap lini agar dapat menghasilkan jasa dengan kualiats baik, jaminan keselamatan apsien dan biaya yang tepat. Di luar negri sudah banyak rumah sakit yang menerapkan. Namun, di Indonesia belum banyak rumah sakit yang menerapkan. Salah satunya adalah siloam hospitals, yang ingin dapat bersaing dengan rumah sakit lainnya. Standarisasi dan continuous improvement menajdi hal dasar dalam kelangsungan proses jada si setiap departemen di siloam hospital. Pada penelitian ini dikhususkan di poli rawat jalan yang dalam sehharinya rata-rata terdapat 300 pasien. Dalam aktivitasnya, berbagai masalah waste dihadapi. Seperti waktu tunggu pasien yang lama karena periksa dokter yang lama, waktu menunggu kedatangan dokter, dan mencari dokumen. Hal ini mempengaruhi tingkat kepuasan pasien etrhadap layanan rumah sakit.
Maka dalam peneliian ini dilakukan pemetaan masalah yang jelas dengan lean tools yaiu big picture mapping.

Dealing with Conceptual Issues

Diposting oleh Adinda Mirza Maulidya di 07.12 0 komentar

TUGAS BACA CHAPTER 3

1. Paradigma dapat dimaknai sebagai cara pandang dalam melihat suatu fenomena yang mengemuka dalam kehidupan. Dengan menggunakan paradigma, seorang ilmuan atau peneliti dapat melihat suatu fenomena atau kasus yang muncul dan ada di tengah-tengah masyarakat.
Paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial danperlakuan peneliti terhadap ilmu atau teori. Paradigma penelitian jugamenjelaskan bagaimana peneliti memahami suatu masalah, serta kriteriapengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah penelitian (Guba &Lincoln, 1988: 89-115).
(1) jikaingin melakukan suatu penelitian yang lebih rinci yang menekankan padaaspek detail yang kritis dan menggunakan cara studi kasus, makapendekatan yang sebaiknya dipakai adalah paradigma kualitatif. Jikapenelitian yang dilakukan untuk mendapat kesimpulan umum dan hasilpenelitian didasarkan pada pengujian secara empiris, maka sebaiknyadigunakan paradigma kuantitatif,
(2) jika penelitian ingin menjawabpertanyaan yang penerapannya luas dengan obyek penelitian yang banyak,maka paradigma kuantitaif yang lebih tepat, dan jika penelitian inginmenjawab pertanyaan yang mendalam dan detail khusus untuk satu obyekpenelitian saja, maka pendekatan naturalis lebih baik digunakan.
Hasil penelitian akan memberi kontribusi yang lebih besar jika penelitidapat menggabungkan kedua paradigma atau pendekatan tersebut.Penggabungan paradigma tersebut dikenal istilah triangulation.Penggabungan kedua pendekatan ini diharapkan dapat memberi nilaitambah atau sinergi tersendiri karena pada hakikatnya kedua paradigmamempunyai keunggulan-keunggulan. Penggabungan kedua pendekatandiharapkan dapat meminimalkan kelemahan-kelemahan yang terdapatdikedua paradigma.
Norman K. Denzin membagi paradigma kepada tiga elemen yang meliputi; epistemologi, ontologi, dan metodologi. Epistemologi mempertanyakan tentang bagimana cara kita mengetahui sesuatu, dan apa hubungan antara peneliti dengan pengetahuan. Ontologi berkaitan dengan pertanyaan dasar tentang hakikat realitas. Metodologi memfocuskan pada bagaimana cara kita memperoleh pengetahuan. Dari definisi dan muatan paradigma ini, Zamroni mengungkapkan tentang posisi paradigma sebagai alat bantu bagi ilmuwan untuk merumuskan berbagai hal yang berkaitan dengan;
Apa yang harus dipelajari;
Persoalan-persoalan apa yang harus dijawab;
Bagaimana metode untuk menjawabnya;
Aturan-aturan apa yang harus diikuti dalam menginterpretasikan informasi yang diperoleh.
2. Penelitian kualitatif adalah satu model penelitian humanistik, yang menempatkan manusia sebagai subyek utama dalam peristiwa sosial/budaya. Jenis penelitian ini berlandaskan pada filsafat fenomenologis dari Edmund Husserl (1859-1928) dan kemudian dikembangkan oleh Max Weber (1864-1920) ke dalam sosiologi.[5] Dalam pandangan Weber, tingkah laku manusia yang tampak merupakan konsekwensi-konsekwensi dari sejumlah pandangan atau doktrin yang hidup di kepala manusia pelakunya. Jadi, ada sejumlah pengertian, batasan-batasan, atau kompleksitas makna yang hidup di kepala manusia pelaku, yang membentuk tingkah laku yang terkspresi secara eksplisit.
A. Paradigma Penelitian Kualitatif
Adalah satu model penelitian humanistik yang menempatkan manusia sebagai subjek utama dalam peristiwa sosial/budaya.
Penelitian Kualitatif dibangun berlandaskan paradigma fenomenologis dari Edmund Hussert (1859-1926). Pada hakikatnya penelitian kualitatif adalah suatu kegiatan sistematis untuk menemukan teori bukan untuk menguji teori atau hipotesis . dalam penelitian kualitatif “proses” penelitian merupakan suatu yang lebih penting dibanding dengan hasil yang diperoleh.
Istilah penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya, misalnya dapat berupa penelitian tentang kehidupan, riwayat dan prilaku seseorang, peranan organisasi serta pergerakan sosial.
Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mengungkap dan memahami sesuatu dibalik fenomena yang sedikitpun belum diketahui. Penelitian kualitatif bertolak dari paradigma alamiah, artinya penelitian ini mengasumsikan bahwa realitas empiris terjadi dalam suatu konteks sosial-kultural saling terkait satu sama lain. Peneliti berusaha menggambarkan fenomena sosial holistik tanpa perlakuan manipulatif. Keaslian dan kepastian merupakan faktor yang sangat ditekankan.
Khusus dalam proses analisis dan pengambilan kesimpulan, paradigma penelitian menggunakan induksi analitis, yaitu satu pendekatan pengolahan data ke dalam konsep-konsep dan kategori-kategori dan simbol-simbol yang digunakan tidak dalam bentuk numerik (angka) melainkan dalam bentuk deskripsi dan ekstrapolasi yaitu cara pengambilan keputusan yang dilakukan secara bertahap dari satu kasus ke kasus yang lainnya.
B. Paradigma Penelitian Kuantitatif
Merupakan satu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat yang menolak unsur metafisik dan feologik dari realitas sosial.
Secara epistemologis, dalam penelitian kuantitatif diterima suatu paradigma, bahwa sumber pengetahuan paling utama adalah fakta yang sudah pernah terjadi, dan lebih khusus lagi hal-hal yang dapat ditangkap panca indra. Pengetahuan itu,bersumber dari fakta yang diperoleh melalui panca indera, maka ilmu pengetahuan harus didasarkan pada eksperimen, induksi dan observasi.
Paradigma kuantitatif berpandangan bahwa sumber ilmu terdiri dari dua, yaitu :
pemikiran rasional data empiris yang ukuran kebenaran terletak pada koherensi, yaitu sesuai dengan teori-teori terdahulu dan korenpondensi, yaitu sesuai dengan kenyataan empiris.
Penelitian kuantitaif dikembangkan oleh penganut pasitivisme yang dipelopori oleh Auguste Conte yang berpendapat bahwa untuk memacu pekembangan ilmu-ilmu sosial, maka metode-metode IPA harus diadopsi kedalam riset-riset ilmu sosial. Karenanya dalam penelitian kuantitatif pengukuran terhadap gejala yang diamati menjadi penting sehingga pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan berstruktur (angket) yang disusun berdasarkan pengukuran terhadap variable yang diteliti yang kemudian menghasilkan data kuantitatif
3. Metodologi kemudian adalah ilmu yang mempelajari suatu kumpulan metode, aturan, postulat oleh suatu disiplin tertentu. Disiplinnya apa aja? Disiplin dalam metodologi penelitian misalnya positivis, studi kasus,focus group discussion, dll. Metodologi penelitian, secara operasional, merupakan ilmu yang mempelajari metode-metode (jamak) penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif sendiri ada banyak misalnya etnografi, studi kasus, focus group discussion (FGD), dan lain-lain.
Metode berarti suatu prosedur, cara, atau teknik tertentu dalam memperoleh sesuatu, misalnya hasil penelitian kita. Metode penelitian kemudian berarti suatu prosedur, cara, atau teknik tertentu dalam memperoleh hasil penelitian kita. Praktisnya, orang yang membaca metode penelitian kita, kemudian menjalankannya sesuai dengan yang kita tulis, seharusnya dapat memperoleh hasil persis seperti yang kita peroleh.
4. Ada perbedaan yang mendasar mengenai validitas dan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrumen penelitiannnya. Sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.
Validitas dalam penelitian kualitatif menunjukkan sejauhmana tingkat interpretasi dan konsep-konsep yang diperoleh memiliki makna yang sesuai antara peneliti dan partisipan. Dengan kata lain, partisipan dan peneliti memiliki kesesuaian dalam mendeskripsikan suatu peristiwa terutama dalam memaknai peristiwa tersebut.
Dari aspek-aspek reliabilitas diatas dapat dismpulkan bahwa relaiabilitas adalah ketepatan atau tingkat presisi suatu ukuran atau alat pengukur. Contohnya, seorang peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuistioner. Salah satu pertanyaannya adalah “berapa anggota keluarga anda?”. Pertanyaan tersebut telah valid tetapi tak relaibel karena interpretasi terhadap kata keluarga itu bermacam-macam. Apakah yang dimaksud hanya anak dan suami ataukah juga termasuk nenek, kakek, ayah dan lain-lain.
Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan reliabilitas dalam penelitian kualitatif. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan paradigma dalam melihat realitas.. Dalam pandangan positivistik (kuantitatif), suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama atau peneliti yang sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama atau sekelompok data bila dibagi menjadi dua kelompok menunjukkan data yang tidak berbeda. Kalau peneliti satu menemukan dalam suatu objek berwarna merah, peneliti yang lain juga demikian. Sedangkan dalam pandangan kualitatif Dalam penelitian kualitatifrealitas itu bersifat majemuk/ganda, dinamis/selalu berubah, sehingga tidak ada yang konsisten, dan berulang seperti semula. Situasi senantiasa berubah demikian juga perilaku manusia yang terlibat didalamnya. Sehingga Pelaporan penelitian kualitatif pun bersifat individu, atau berbeda antara peneliti satu dengan peneliti lainnya. Bahkan untuk obyek yang sama, apabila ada 5 peneliti dengan latar belakang yang berbeda, akan diperoleh 5 laporan penelitian yang berbeda pula. Peneliti yang berlatar belakang pendidikan tentu akan menemukan dan melaporkan hasil penelitian yang berbeda dengan peneliti yang berlatarbelakang sosiologi.
5. Hasil penelitian akan memberi kontribusi yang lebih besar jika penelitidapat menggabungkan kedua paradigma atau pendekatan tersebut.Penggabungan paradigma tersebut dikenal istilah triangulation.Penggabungan kedua pendekatan ini diharapkan dapat memberi nilaitambah atau sinergi tersendiri karena pada hakikatnya kedua paradigmamempunyai keunggulan-keunggulan. Penggabungan kedua pendekatandiharapkan dapat meminimalkan kelemahan-kelemahan yang terdapatdikedua paradigma.

Rabu, 03 Oktober 2012

Bagaimana mencari topik tugas akhir ?

Diposting oleh Adinda Mirza Maulidya di 07.54 0 komentar

Menjadi mahasiswa tahun terakhir, selalu dihubungkan dengan Tugas Akhir. Pusing? Tentunya. Dan semua orang kebanyakan akan mengalami hal yang sama, termasuk saya. Karena Tugas Akhir adalah murni hasil karya kita, maka haruslah kita memberikan hasil maksimal. Pastinya kita ingin membuat tugas akhir yang bagus dan juga berkualitas. Apalagi, Tugas Akhir juga menjadi patojan terhadap apa yang telah kita pelajari dan pahami selama perkuliahan.

Dalam pengerjaan tugas akhir, harus diawali dengan niat dan hati sungguh-sungguh. Ya, kesungguhan pengerjaan akan menentukan proses pengerjaan hingga akhir nantinya. Diawali dengan penentuan minat topik Tugas Akhir. Untuk menentukannya, kita harus menentukan hal atau bidang apa yang kita sukai selama  kuliah. Berawal dari penentuan topik yang kita sukai lah, nantinya akan memudahkan kita dalam melangkah ke proses pengerjaan selanjutnya.
Seperti yang dijelaskan pada kuliah Kapita Selekta, bahwa di Jurusan Teknik Industri ITS memiliki 5 bidang laboratorium, yaitu :
  1. Laboratorium Supply Chain Management
  2. Laboratorium Komputasi & Optimasi Industri
  3. Laboratorium Perancangan Sistem Manajemen Industri 
  4. Laboratorium Ergonomi & Perancangan Sistem Kerja
  5. Laboratorium Sistem Manufaktur
Bidang-bidang tersebut di atas memiliki roadmap masing-masing yang akan membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian untuk Tugas Akhir. Hal ini akan lebih memudahkan mahasiswa untuk lebih fokus terhadap aspek yang dipilih. 

Seperti yang dijelaskan di kelas, bahwa dalam menentukan bidang yang akan dijadikan topik akhir, kita harus yakin terlebih dahulu. Fokus pada 1 bidang yang terpilih tersebut, kemudian tentukan aspek apa yang akan dijadikan topik.

Contohnya saja untuk Topik Akhir, saya memilih Laboratorium Supply Chain Management. Dalam bidang, ini, terdiri dari beberapa aspek. Terbagi dalam 4, yaitu inventory, SC strategy, logistics & transportation, dan other SCM issues. Di dalam 4 aspek ini masih terdapat topik-topik mengenai Supply Chain Management. 
Kita harus menetapkan apa topik Tugas Akhir kita, karena itu akan membuat diri kita fokus terhadap apa yang ingin kita cari selanjutnya. Apabila masih tidak menetapkan pilihan, maka akan sulit untuk melangkah ke  tahapan selanjutnya. 

Penetapan ini penting, dikatakan oleh Bu Janti, bahwa kita harus meyakini terhadap apa yang telah kita pilih (topik), fokus dan yakini pada hal yang telah kamu pilih itu. Maksimalkan hal tersebut dengan segala usaha yang kita miliki. Walaupun, sebenarnya peluang topik A, B, C dan lainnya berpeluang dan lebih mudah mungkin. Pikiran seperti itu akan membuat kita tidak fokus. Intinya, yakinkan diri dan fokus bahwa Topik Tugas Akhir yang telah dipilih adalah terbaik, dan kita bisa mengusahakan untuk menjadikannya yang terbaik dari yang kita bisa. 
 

adinda's blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea